Powered By Blogger

Minggu, 19 Desember 2010

Pengenalan diri

sungguh betapa indah hidup dengan bening hati. kebeningan hati menciptakan kedamaian dan kebersamaan. kebeningan hati diawali dengan kebersihan hati.
ikhtiar pembersihan hati harus dimulai dengan upaya memahami diri dan orang lain. tanpa pemahaman dan pengenalanyang mendalam mustahil kita bisa terhindar dari kotoran hati.


dengan demikian bisa dikatakan bahwa sumber dari kiat mengelola hati adalah pengenalan diri.Seseorang yang mampu mengendalikan perasaan atau emosinya adalah orang yang bisa memahami siapa dirinya. Jadi, tentunya kita akan bisa mengendalikan diri begitu kita mengenalnya secara mendalam.
Orang-orang yang terkadang tidak mampu mengendalikan dirinya, itu karena mereke merasa asing dengan dirinya sendiri. Lalu, bisa terjadi pada suatu masa mereka melakukan perbuatan maksiat dan keji sementara mereka merasa melakukannya tanpa sadar.
Kunci pemahaman diri terletak pada hati, hati bias melihatkan secara jelas siapa diri kita dan bagaimana watak kita. Hati yang bersih, bening, dan jernih insya allah biasa memperlihatkan kebersihan, kebeningan, dan kejernihan pada pribadi kita.
Untuk mengenal diri kita tentu memulaonya dari kedalaman diri kita sendiri dari kedalaman hati atau yang disebut nurani. Inilah yang sering dikenal dengan upaya intropeksi diri.
Jadi manusia mampu mengenal dirinya sendiri melalui suatu proses pendalaman, bukan tiba-tiba saja bias memahami dirinya. Proses intropeksi diri ini tentunya bias berjalan efektif manakala kita mampu menata suasana hati, misalnya dalam keheningan dan dalam upaya keluar dari masalah-masalah yang membelit kita. Kita harus punya satu kepercayaan bahwa hanya kitalah yang bias menolong diri kita sendiri dan ikhtiar ini hanya Allah lah yang berkuasa menolongnya.

1. Dengan mencermati potensi diri

Anda adalah apa yang anda pikirkan, demikian sebuah ungkapan tentang pengenalan dan potensi diri. Artinya jika kita memikirkan bahwa diri kita ini tidaklah berguna.
Ketidak bergunaan itulah yang akan tetap menjadi cap pada diri kita. Dengan demikian pun kita akan memadamkan potensi-potensi positif yang ada pada diri kita karena kita sudah menata hati dan pikiran kearah negative.
Cara paling praktis dalam pengenalan diri ini adalah melalui hubungan yang harmonis dengan lingkungan terdekat, yaitu keluarga. Adanya keakrabpan kita terhadap seluruh anggota keluarga memungkinkan ketidak sungkanan terlontarnya kritik terhadap diri kita.
Kritik adalah senjata terampuh untuk mengenal lebih jauh kelemahan diri kita.

2. Fokuskan pada diri sendiri

Kebaikan bias dicontohkan atau ditularkan dari atau kepada orang lain. Namun kebaikan akan menjadi efektif merasuk pada diri manakala berpangkal pada diri kita sendiri. Ungkapan yang cocok dengan ini bahwa sebaiknya kita mengurusi diri sendiri sebelum mencoba mengurusi orang lain.

3. Ubahlah persepsi

Persepsi adalah cara pandang kita terhadap potensi-potensi diri kita., karena itu jika kita mempersepsikan diri kita selalu gagal dan tidak bias diperbaiki, smapai kapan pun kita tidak akan pernah sukses.
Perubahan persepsi ini memang teramat penting. Dalam konsep mengelola hati perubahan persepsi harus dimulai dengan mengukurnya pada kedalaman hati(nurani). Dengan kata lain seseorang akan efektif mengubah persepsinya kalau ia dapat menggunakan sarana hati nuraninya.
Hati yang menuju kepada allah akan berbicara bahwa pada dasarnya manusia memiliki sisi baik. Manusia bisa mengubah dirinya menuju kebaikan jika ia menghidupkan sisi baik dan mematikan sisi buruknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar